Bijak Menyikapi Sistem Zonasi pada PPDB 2019

29 Jun 19 | By KSM Lampung | Event . Umum
images

Bijak Menyikapi Sistem Zonasi pada PPDB 2019


Pemerintah telah menerapkan salah satu kebijakan baru dalam lingkup pendidikan, yaitu sistem zonasi pada seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018. Pada sistem ini, sekolah diwajibkan menerima peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat. Pada awal peraturan ini diterbitkan, tertera besaran kuota 90% untuk zonasi, 5% untuk jalur prestasi, dan 5% untuk jalur pindah tugas orangtua. Dari kuota sekolah pada tahun tersebut, peraturan ini kemudian direvisi sehingga penerimaan melalui jalur prestasi ditambah sehingga komposisinya menjadi 80% zonasi, 15% prestasi dan 5% non-zonasi.

Dalam sebuah kesempatan talkshow, stasiun televisi lokal Lampung, RadarLampungTV, menghadirkan dua narasumber guna membahas isu sistem zonasi PPDB 2019, yaitu Syaifuddin Zuhri, Manajer Umum KSM Bimbel, sebagai praktisi pendidikan, dan Nurkholis sebagai perwakilan dari Ikatan Guru Indonesia Provinsi Lampung.

 

Tujuan Aturan Pemerintah

Syaifuddin selaku perwakilan KSM Bimbel mengemukakan pendapatnya terkait sistem zonasi yang mengundang kekisruhan di beberapa daerah, di antaranya Metro (Lampung) dan Surabaya. Menurutnya, setiap aturan yang dirilis pemerintah bertujuan baik, yaitu untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Lebih lanjut, Syaifuddin mengatakan bahwa salah satu jalur PPDB dengan sistem zonasi sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu diharapkan memberi kesempatan yang luas kepada calon peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang baik, menghapus status sekolah unggulan, dan pemerataan kualitas tenaga pendidik.

 

Dua Sisi Sistem Zonasi:  Positif vs Negatif

Sistem ini dikatakan akan memperbaiki pemerataan kualitas pendidikan. Kini, siswa tidak lagi berebut untuk masuk ke sekolah yang disebut sebagai “sekolah unggulan”. Dengan demikian, semua sekolah akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam memperoleh calon siswa dengan input yang merata sehingga proses pembelajaran yang kelak menjadi penentu kualitas output.

Menurutnya, sistem ini juga akan berkendala terhadap tersedianya sumber daya pendidik yang berkualitas di sekolah-sekolah. Sistem zonasi mengakibatkan tingginya tingkat heterogenitas kemampuan akademik siswa. Tingkat pemahaman berbagai siswa dari sekolah-sekolah yang berbeda tentu akan menyulitkan proses belajar-mengajar jika tidak diantisipasi mengingat jumlah siswa dalam tiap kelas yang relatif banyak dengan keterbatasan waktu belajar.

Apakah Indonesia, khususnya Lampung, sudah siap dengan sistem zonasi? Menurut Nurkholis sebagai pengamat pendidikan, hal yang seharusnya dilakukan sebelum menerapkan sistem zonasi adalah pemerataan kualitas tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana di semua sekolah. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada siswa yang merasa kurang beruntung karena harus masuk ke sekolah hanya karena faktor domisilinya, sementara siswa tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk masuk ke “sekolah unggulan”. Sejalan dengan itu, Syaifuddin pun menambahkan sejumlah kasus, seperti di Surabaya— sekolah yang dianggap baik hanya berkumpul pada daerah tertentu. Begitupun dengan Bandar Lampung, sekolah yang dianggap baik terkonsentrasi pada wilayah tertentu.

 

Cara KSM Menghadapi Sistem Zonasi

Tak bisa dipungkiri, adanya sistem zonasi akan berdampak pada tingkat heterogenitas kemampuan akademik calon peserta didik pada satu kelas. Kuantitas siswa yang cukup besar tersebut juga turut menjadi kendala sebab kesenjangan akan mengakibatkan tenaga pendidik kesulitan untuk menyampaikan materi secara tuntas. Dalam hal ini, kehadiran lembaga pendidikan pendukung seperti KSM Bimbel akan sangat membantu memecahkan kendala yang akan dihadapi. Kelas-kelas yang dihadirkan di KSM dirancang dengan tipe-tipe kelas khusus berdasarkan jumlah siswa dan ruang kelas, serta media diskusi di luar kelas reguler, yang dibuka pada jam kerja, sehingga siswa-siswa yang kurang memahami materi di kelas dapat mengulang secara langsung dengan pengajar di bidangnya masing-masing.

 

Marilah kita bersama beritikad baik memajukan dunia pendidikan di Indonesia dengan mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, terlepas dari dampak sosial yang mungkin ditimbulkan di masyarakat. Namun, sebagai lembaga yang sejak tahun 1979 bergerak di dunia pendidikan, KSM Bimbel akan selalu siap menyesuaikan dan mendukung program pemerintah melalui strategi yang telah disiapkan.

Bagikan Link


Online - Perlu Bantuan?