SBMPTN 2019
Hai para pejuang PTN ! Sudah sampai mana persiapanmu untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di tahun 2019 nanti?
Untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri, tidak cukup kita berpangku tangan dan hanya berharap keberuntungan akan datang begitu saja. Diperlukan usaha yang tidak biasa, yaitu belajar tekun dan mengenali berbagai jenis soal SBMPTN serta doa yang lebih dari biasanya. Namun hal penting lain yang harus dilakukan adalah mengikuti perkembangan info-info SBMPTN. Kita semua harus tahu bahwa seringkali pemerintah melakukan pembaharuan sistem seleksi masuk perguruan tinggi untuk mendapatkan kualitas mahasiswa yang unggul. Contohnya, di SBMPTN tahun 2018 kemarin dilakukan perubahan sistem penilaian yang sebelumnya menggunakan sistem benarpoin 4 dan salah minus 1 menjadi sistem bobot pada setiap soal. Tentu saja hal tersebut akan mempengaruhi strategi kalian dalam mengerjakan soal, bukan ?
Pada tanggal 22 oktober 2018 kemarin, Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN) Bersama Kemenristek, melalui konferensi pers telah menghasilkan keputusan mengenai perubahan sistem seleksi SBMPTN di tahun 2019 mendatang.
Apa Saja perubahannya ? Mari kita simak bersama-sama yaaa….

Seperti tahun sebelumnya, masih terdapat tiga jalur masuk perguruan tinggi negeri yaitu SNMPTN dengan daya tampung minimal 20%, SBMPTN minimal 40%, dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tamping tiap prodi di PTN. Dari informasi ini kita tahu bahwa jalur SBMPTN memberikan peluang terbesar untuk meraih perguruan tinggi negeri. Apalagi bagi kalian yang tidak mendapatkan kesempatan mengikuti jalur SNMPTN. Di Tahun 2019 hanya 40% dari jumlah siswa setiap masing-masing jurusan dalam satu angkatan yang akan berkesempatan merebut kursi PTN melalui jalur SNMPTN. Bagian kalian yang tidak mendapatkan kesempatan SNMPTN tidak perlu berkecil hati. Mari kita berjuang bersama menghadapi seleksi SBMPTN !
Perlu kita ketahui bahwa pada tahun sebelumnya, proses seleksi SBMPTN diselenggarakan oleh Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN). Tahun ini, Kemenristek mendirikan sebuah lembaga Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), berupa Lembaga nirlaba yang mengembangkan model serta proses penyelenggaraan seleksi SBMPTN 2019. Perubahan utama sistem seleksi SBMPTN tahun ini adalah pada jenis ujian yang sebelumnya dilakukan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) diubah menjadi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tentunya jenis ujian berbasis computer ini akan menimbulkan atmosfer baru dalam proses seleksi. Bagi kalian yang belum terbiasa melaksanakan jenis ujian ini harus banyak berlatih dan apabila perlu lakukanlah simulasi. UTBK terbagi menjadi dua jenis kategori tes yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).Tes Potensi skolastik adalah sebuah bentuk tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi. Namun pada dasarnya Tes Potensi skolastik setara dengan TKPA pada sistem SBMPTN tahun sebelumnya, sedangkan TKA setara dengan TKD Saintek atau Soshum yang akan menggunakan sistem HOTS (Higher Order Thinking Skills).
Kapan dan dimana pelaksanaan UTBK ?
UTBK dilaksankan di tanggal 30 Maret – 26 Mei 2019 yang akan di adakan di 85 Universitas Negeri terdekat yang bekerja sama dengan LTMPT untuk menyelenggarakan Tes UTBK. Pendaftarannya sudah dibuka dari tanggal 12 Januari dan ditutup pada tanggal 27 Maret 2019. Pelaksanaan UTBK diadakan selama 12 hari dengan masing-masing 2 sesi setiap hari. Jadi total ada 24 gelombang. Nah disini teman-teman harus pandai dalam mengatur waktu dan memantau terus Informasi yang ada. Untuk biayanya UTBK sebesar 200.000 untuk satu kali tes.
Nah ini dia yang PENTING dan MENARIK. Baca artikel ini sampai habis ya…
Hal penting yang harus kalian ketahui adalah pengumuman lolos atau tidak lolos tes tidak hanya didasarkan pada nilai UTBK. Namun hasil ini adalah modal kalian untuk mendaftar di Universitas negeri sesuai dengan keinginan kalian. Intinya setelah UTBK kalian akan mendapatkan nilai yang selanjutkan kalian gunakan untuk mendaftar secara online di Universitas tujuan. Nah benar, sistem ini mirip seperti proses seleksi PPDB SD dan SMP. Untuk sistem pemilihan jurusan, peserta hanya boleh memilih 2 Jurusan dalam satu PTN atau 2 PTN masing-masing 1 jurusan. Proses seleksi akan dilakukan langsung oleh PTN dengan mempertimbangkan kesesuaian jurusan yang kalian pilih dengan nilai UTBK. Kabar bahagianya, kalian mendapatkan dua kali kesempatan mengikuti UTBK dan Nilai yang diambil adalah nilai yang paling tinggi. Selain itu kalian boleh menggunakan dua kesempatan tersebut untuk satu jenis jurusan (Saintek atau Soshum saja) atau keduanya. Menarik kaaaaan….
Untuk lebih jelasnya berikut Alur pelaksanaan SBMPTN 2019.

Cukup sekian yaa informasi terbaru SBMPTN dari KSM. Semoga bermanfaat dan menambah motivasi kalian agar siap bertarung di SBMPTN 2019. Jangan lupa Pantau terus Web KSM untuk mengetahui info-info pendidikan terbaru.
