Menuju USBN SD 2019
Tahukah kalian bahwa waktu pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SD 2019 sudah kian dekat? Ya, tinggal beberapa hari lagi kalian akan menghadapi ujian tersebut. Informasi apa saja terkait USBN SD 2019 yang harus kalian ketahui? Yuk, simak info berikut ini!
Pemerintah kembali akan menyelenggarakan USBN SD pada tahun ini. Sehubungan dengan hal tersebut, di penghujung tahun lalu, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menetapkan POS USBN 2019. Penetapan POS USBN tersebut dimuat dalam Keputusan BSNP Nomor 0048/P/BSNP/XI/2018.
POS USBN
POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN tahun 2019 untuk jenjang SD. Secara umum, pelaksanaan USBN di tahun ini tidak banyak berbeda dari tahun lalu. “Kebijakan USBN dan UN 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN 2018. Perbedaan ada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian saja,” tutur Bambang Suryadi, Ketua BSNP. Bambang pun menambahkan bahwa soal USBN terdiri atas 90% tipe soal pilihan ganda (PG) dan 10% tipe soal uraian. Sebanyak 20-25% soal USBN tersebut disusun oleh Tim Pusat. Sementara sisanya, sebanyak 75-80% lagi disusun oleh masing-masing guru di satuan pendidikan yang dikonsolidasikan oleh MGMP/KKG/Forum Tutor/Pokja.
Soal-soal USBN yang akan diujikan tersebut masih memuat tipe soal High Order Thinking Skills (HOTS). Untuk komposisi soal HOTS pada USBN tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yaitu 5 butir soal.
Soal HOTS
Apa itu soal HOTS? Soal HOTS adalah tipe soal yang membutuhkan kemampuan daya nalar kritis untuk menganalisis maksud dan cara penyelesaian soal.
“Soal-soal HOTS bukan berarti soal yang sulit karena pada dasarnya, HOTS merefleksikan cara guru membuat kebaruan-kebaruan dalam proses belajar serta melatih daya nalar kritis siswa,” tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Supriyatno, usai acara Taklimat Media Kilasan Kinerja 2018 Kemendikbud di Jakarta beberapa waktu lalu.
Soal HOTS diharapkan mampu melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, berkomunikasi dengan baik, dan percaya diri. Dengan begitu, diharapkan siswa memiliki bekal untuk bersaing di era milenium dan revolusi industri 4.0. “Dalam menyiapkan peserta didik yang siap menghadapi era milennium dan revolusi industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan peserta didik untuk mampu berpikir kritis, analitis, dan memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,” jelas Mendikbud saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Inti Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berorientasi pada HOTS di Yogyakarta.
Melatih daya nalar siswa SD untuk berpikir kritis dan kreatif memang bukan hal yang instan. Namun, hal tersebut dapat diasah dan dilatih dengan intensitas yang rutin.
Jadi, sudah menjadi tanggung jawab semua pihak—guru, pemerintah, orangtua, dan tentunya siswa, untuk berkolaborasi mengasah kemampuan daya nalar, berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan soal. Mari siapkan dirimu!