Metode Belajar Online Onsite, Inovasi Baru Menuju PTN

29 Jun 20 | By KSM Harapan Indah | Event . Umum
images

Metode Belajar Online Onsite, Inovasi Baru Menuju PTN


Metode belajar online menjadi solusi utama bagi satuan pendidikan di tengah pandemi Covid-19, selaras dengan keputusan bersama empat kementerian tentang penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021. Metode ini pun tak serta-merta dapat diadopsi dengan mudah oleh berbagai lembaga pendidikan informal seperti bimbingan belajar (bimbel).  Namun, KSM Bimbel sebagai pelaku industri bimbel yang telah lebih 40 tahun berkiprah di tanah air melihatnya sebagai sebuah peluang dan tantangan baru. Secara bertahap sejak aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ditetapkan, KSM Bimbel telah menerapkan kelas online untuk semua jenjang para siswanya. 
 
 

Webinar, Kenalkan Metode Belajar

Memasuki tahun ajaran baru, seluruh cabang KSM Bimbel membuka pendaftaran kelas online. Kelas online yang ditawarkan di semester pertama ini juga dikombinasikan dengan kelas onsite pada semester kedua sebagai sebuah inovasi baru yang dapat diterapkan saat nantinya pemerintah menetapkan sekolah resmi dibuka kembali untuk semua zona. Materi inilah yang diusung salah satu cabang KSM Bimbel yang berlokasi di Bekasi, yaitu KSM Harapan Indah, dalam sebuah kegiatan seminar berbasis web (webinar) pada Kamis (25/6) lalu bertajuk “Mengenal Pola Kombinasi Metode Belajar Online Onsite sebagai Langkah Awal Menuju Perguruan Tinggi Negeri (PTN)”. Webinar ini diadakan dalam platform konferensi video Google Meet sebagai bagian dari peluncuran metode pembelajaran online yang akan segera dibuka pada Juli mendatang.

Kegiatan webinar yang diikuti oleh siswa-siswa internal dan eksternal kelas 10, 11, dan 12 SMA ini  menghadirkan tiga pembicara utama—para siswa Alumni KSM Bimbel yang telah menempuh kuliah di sejumlah PTN. Mereka adalah Zendi Hasmardi Syam (Kedokteran Universitas Airlangga), Amalia Nifa Natasya (Akuntansi IPB), dan Ma’ruf Nurrudin (Teknik Geologi ITB).

 

Kisah Para Alumni Raih Bangku PTN 

Kegiatan webinar dibuka dengan presentasi oleh para Alumni KSM Bimbel seputar jurusan, suka duka kuliah, dan kisah perjuangan meraih bangku PTN. Seperti penuturan Zendi yang memberikan tips bagaimana agar dapat meraih jurusan kedokteran lewat usaha yang konsisten sejak kelas 10 SMA. Meski awalnya, ia bercita-cita menjadi tentara dan tidak berminat ke PTN, tetapi karena tidak lolos dalam tes akhirnya ia mengikuti saran orang tua dan kakak-kakak pengajar di KSM untuk mencoba peluang dengan mendaftarkan diri pada SNMPTN 2019.  Ia pun berpesan pada para peminat jurusan kedokteran agar tak menjadi kutu buku saat sudah berkuliah, tetapi tetap bersosialisasi dengan teman-teman dan para senior karena merekalah yang nanti mendukung kehidupan kampus di daerah rantau. Selain itu, Zendi mengisahkan betapa banyak tantangan dalam menjalani kuliah seperti mahalnya harga buku teks, materi yang padat, dan praktikum di kamar mayat. Namun, dibalik semua itu ada hubungan relasi yang bisa dibangun antarmahasiswa bahkan lintas angkatan. Terkait metode belajar online yang sudah dijalankan KSM Bimbel, ia pun mengutarakan adanya kesamaan terhadap aplikasi pembelajaran webinar yang dipilih, yaitu dengan Google Meet selain Zoom Cloud Meeting.  Selama pandemi, memang praktikum terkendala karena semuanya harus berlangsung secara online

Sesi berikutnya menampilkan kisah Amalia, siswa Alumni KSM Bimbel yang juga telah lulus dari Program D3 Akuntansi IPB melalui jalur USMI dengan seleksi nilai rapor. Amalia pun menuturkan perbedaan program S1 dan D3 pada jurusan yang ditekuninya, yaitu jumlah kredit praktikum dan teori. Hal yang paling disukai Amalia selama berkuliah adalah dirinya dapat selalu tampil stylish sesuai image yang melekat pada mahasiswa akuntansi, selain dapat sering mengikuti event. Menurutnya, kehidupan kampus memberi banyak pelajaran hidup, seperti bagaimana menjadi pribadi yang dapat mengelola uang yang diberikan orang tua dengan lebih baik.  Ia pun menuturkan betapa lelahnya saat harus mengikuti jam perkuliahan yang begitu padat dan membuat laporan keuangan. Berbeda dengan Zendi, jika bisa memilih, dirinya lebih menyukai metode belajar tatap muka langsung (onsite) daripada daring (online) karena bisa mengikuti perkuliahan secara langsung dari dosen sehingga lebih mudah memahami materi.

Kisah terakhir dalam kegiatan webinar ini disampaikan oleh Ma’ruf, mahasiswa dari program studi Teknik Geologi, ITB. Ia memaparkan bahwa teknik geologi merupakan ilmu tentang bumi dan strukturnya seperti mekanisme pertambangan, minyak dan gas, teknik rekayasa batuan, panas bumi serta sejenisnnya. Ma’ruf pun mengisahkan momen yang paling berkesan selama kuliah, yaitu dapat merasakan hubungan kekeluargaan yang erat, selain harus rela kulitnya menghitam karena setiap minggu diwajibkan mengikuti kuliah lapangan. Ia membagi tips bahwa mahasiswa harus memiliki stamina yang kuat untuk menjalani waktu perkuliahan dan praktikum yang sangat padat. Perjalanan Ma’ruf meraih kursi PTN tidaklah mudah. Selepas lulus SMA, ia belum berhasil di tes ujian masuk PTN sehingga harus gapyear.  Namun, semua itu melecut semangatnya untuk mengevaluasi kembali materi apa yang belum dipahaminya, yaitu mata pelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu, selama mengisi waktu mempersiapkan SBMPTN, Ma’ruf pun mengikuti pembelajaran di Kampung Inggris selama enam bulan. Terkait metode belajar, sistem online  menurutnya paling cocok jika dosen menjelaskan materi terlebih dahulu layaknya di kelas, tak hanya memberi video penjelasan saja. Ma’ruf menilai bahwa belajar harus tetap didampingi karena siswa tidak akan paham jika hanya mendapatkan tugas dan video pembelajaran saja.

 

Gambar. Sesi webinar menggunakan aplikasi Google Meet.

 

Kelas Online yang Live dan Interactive 

Sesi webinar ditutup oleh salah satu staf pengajar KSM Harapan Indah, Nia, yang menjelaskan hal-hal seputar SNMPTN, UTBK, SBMPTN, serta info terkini sesi ganjil genap yang akan diterapkan pada UTBK 2020 mendatang. Antusiasme peserta webinar tampak dari beragamnya pertanyaan yang disampaikan. Nia pun menjelaskan kembali tentang program kelas online yang dirilis KSM Bimbel. 

Untuk saat pandemi ini, kelas online menjadi opsi metode pembelajaran yang tepat. Meskipun banyak dikeluhkan oleh peserta didik, sejatinya pola ini memiliki beberapa keuntungan, sebagai berikut:

- mengutamakan kesehatan dan melatih fokus peserta dengan rata-rata durasi belajar 1,5—3 jam/hari—peserta dituntut terus fokus dan memiliki stamina yang prima;

- memiliki kesempatan untuk membaca apa yang pengajar sampaikan sehingga lebih siap jika ada interaksi tanya-jawab (live and interactive); dan

- melatih peserta untuk berpikir cepat dan kritis.


Siap tidak siap, suka tidak suka, kondisi pandemi saat ini harus dihadapi para siswa.  Meski saat ini beberapa zona belum diperkenankan belajar di kelas secara langsung, metode belajar online yang difasilitasi dengan media yang tepat bisa menjadi solusi. Tatap muka pun tetap dapat berlangsung di ruang cloud pada media digital yang dipilih sehingga tetap terjalin komunikasi antara pengajar dan siswa. Aktif tidaknya siswa dan pemahaman materi menjadi salah satu kunci keberhasilan langkah menuju PTN idaman. Semangat!

Bagikan Link


Online - Perlu Bantuan?